FADHLIN AUGUSTINE AULIYA, NIM: 3210114 (2025) IMPLEMENTASI METODE TAHSIN KLASIKAL DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI LEMBAGA JAWWADA QUR’AN COURSE PADA TAHUN 2024/2025. Other thesis, INSTITUT AGAMA ISLAM PEMALANG (INSIP) JAWA TENGAH.
IMPLEMENTASI METODE TAHSIN KLASIKAL DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI LEMBAGA JAWWADA QUR’AN COURSE PADA TAHUN 2024 2025.pdf - Other
Download (1MB)
Abstract
Fadhlin Augustine Auliya, 2025, Implementasi Metode Tahsin Klasikal dalam Pembelajaran Al-Qur’an di Lembaga Jawwada Qur’an Course pada Tahun Ajaran 2024/2025 Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kepengajaran (FTIK) Institut Agama Islam Pemalang (INSIP)
Metode Tahsin Klasikal merupakan salah satu metode pengajaran Al-Qur’an yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an, dengan fokus pada perbaikan tajwid dan pelafalan huruf-huruf yang benar. Metode ini berfokus pada pembelajaran secara bertahap dan terarah untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur'an dengan benar dan lancar. Namun, meskipun metode ini banyak digunakan di berbagai lembaga pendidikan Islam, masih terdapat permasalahan terkait penerapannya di beberapa tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Metode Tahsin Klasikal dalam pembelajaran Al-Qur’an di lembaga Jawwada Qur’an Course pada tahun 2024/2025 beserta kelebihan dan kekurangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengambilan sumber data dilakukan dengan metode purposive sampling (sampel bertujuan) yaitu teknik pengambilan sumber data secara sengaja (bertujuan) dalam penelitian, di mana peneliti memilih informan atau subjek berdasarkan kriteria tertentu yang di anggap paling relevan, paling tahu, atau paling mampu memberikan informasi yang dibutuhkan. Pemilihan sumber data dilakukan secara acak. Sumber data penelitian ini berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan pengajar Tahsin klasikal dan peserta tahsin sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian disimpulkan bahwa metode tahsin klasikal telah diimplementasikan secara terstruktur dan sistematis melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode tahsin klasikal memiliki kelebihan yaitu memungkinkan koreksi langsung dari pengajar, menciptakan suasana belajar interaktif, serta meningkatkan semangat dan motivasi peserta melalui interaksi kelompok, metode yang efektif dalam meningkatkan pemahaman tajwid secara praktis dan aplikatif. Namun, metode ini juga memiliki beberapa kekurangan, seperti kurang cocok bagi peserta dengan tingkat bacaan yang sangat pemula dalam kelompok yang heterogen, serta terbatasnya waktu bagi pengajar untuk memberikan perhatian individual secara mendalam.
Kata Kunci: Implementasi, Metode Tahsin Klasikal, Pembelajaran Al-Qur’an
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education |
| Depositing User: | Admin a admin |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 06:46 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 06:46 |
| URI: | http://repository.insipemalang.ac.id/id/eprint/176 |
